PEMBATIK BERSATU : PEMBELAJARAN BERBASIS TIK BERSAMA ORANG TUA

Hai Sahabat Teknologi, selamat datang kembali di blog kami! Kali ini, kami ingin berbagi pengalaman luar biasa tentang bagaimana kami, sebagai siswa, guru, dan orang tua, menjalani sebuah petualangan dalam pembelajaran zat aditif. Semua ini dimulai dengan ide inovatif yang kami temukan melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM).


VLOG PEMBATIK BERSATU

Tahap Pertama: "Penemuan Ide."

Ide Praktik Baik Pelibatan Orang Tua di PMM

Awalnya, kami mengidentifikasi masalah yang cukup umu di banyak lingkungan pendidikan, yaitu kurangnya peran orang tua dalam proses pembelajaran siswa. Kami merasa bahwa keterlibatan orang tua adalah salah satu kunci keberhasilan pembelajaran. Kami mencari inspirasi pada menu Ide Praktik di Platform Merdeka Mengajar, ide tersebut adalah Pelibatan Orang tua secara aktif di kelas.

Tahap kedua: "Penyusunan Modul Ajar"

Dengan semangat dan kerja sama, kami mulai merancang solusi ini. Kami ingin membuat pembelajaran menarik, interaktif, dan melibatkan orang tua secara langsung. Kami juga ingin menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) seperti Chromebook yang tersedia di sekolah. Pelibatan orang tua di kelas juga mengharuskan pemilihan materi yang sesuai dan dekat dengan mereka. Sehingga dipilih materi Zat Aditif, yakni materi yang membahas tentang zat penyedap, pewarna, pengawet, pemanis, dan penambah aroma pada makanan.

Kegiatan pembelajaran juga harus berfokus pada Pencapaian Profil Pelajar Pancasila. Elemen yang kami fokuskan dalam pembelajaran kali ini adalah Berpikir Kritis. Hal tersebut kami rangsang dengan peserta didik dan orang tuanya mengeksplorasi dan menganalisis zat aditif yang terdapat dalam makanan ringan yang dikonsumsi sehari-hari.

Tahap ketiga "Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif."

Diagram Perancangan Media Pembelajaran Interaktif

Ini adalah langkah yang sangat penting. Kami mendesain media pembelajaran interaktif dalam dua versi: offline untuk digunakan di Chromebook dan ponsel Android, dan versi online yang kami unggah di GitHub. Hal ini memungkinkan kami untuk memberikan akses pembelajaran yang fleksibel dan mudah diakses bagi semua orang tua dan siswa. Link Media Pembelajaran Interaktif versi online dapat di akses pada halaman berikut ini MPI ZAT ADITIF.

Sedikit tambahan mengenai GitHub, dalam platform ini kita dapat berbagi dan berkolaborasi membuat media pembelajaran dan aplikasi lainnya. Lengkapnya ada tulisan berikut ini



Tampilan Media Pembelajaran Interaktif

Setelah membuktikan kesuksesan konsep ini, kami mempresentasikannya kepada kepala sekolah kami. Keputusan yang diberikan adalah dukungan penuh, dan kami merasa semakin termotivasi untuk menerapkan ide ini dalam pembelajaran.

Tahap Keempat: "Sosialisasi dan Proses Pembelajaran."

Kami menyampaikan konsep ini kepada seluruh komunitas sekolah dan orang tua siswa kami. Setelah mendapat persetujuan dari orang tua, kami mulai menerapkan langkah-langkah pembelajaran ini.

Video Kegiatan Sosialisasi PembaTIK Bersatu

Saat kami memasuki tahap pembelajaran, kami merasakan perubahan luar biasa. Orang tua kami semakin aktif dalam mendukung pembelajaran anak-anak di rumah. Mereka tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga sebagai rekan dalam proses pembelajaran. Orang tua menjadi bagian integral dalam kegiatan pembelajaran. Orang tua bersama anak-anak duduk di kelas, berdiskusi, dan belajar bersama. Itu benar-benar menghangatkan hati kami.


Kegiatan PembaTIK BERSATU

Kami juga ingin menambahkan beberapa testimoni dari siswa yang merasa senang bisa belajar dengan kehadiran orang tua mereka di kelas. Beberapa diantaranya berbagi pengalaman tentang betapa serunya belajar bersama orang tua

Testimoni Siswa:

  1. "Belajar dengan orang tua di kelas itu sungguh menyenangkan! Mereka membantu kami menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit dan kita bisa berdiskusi bersama tentang makanan sehat. Belajar jadi lebih seru dan bermanfaat."


  2. "Saat kita bisa menggunakan Chromebook dan media pembelajaran interaktif, belajar jadi tidak membosankan. Orang tua saya mendukung saya setiap langkah dalam proses pembelajaran. Ini benar-benar istimewa!"


  3. "Saya merasa lebih dekat dengan orang tua saya setelah mereka datang ke kelas. Kami belajar bersama, saling membantu, dan kami merasa lebih bersatu. Itu adalah pengalaman luar biasa!"

Tahap Terakhir: "Diseminasi"

Kegiatan kami tidak berhenti sampai pada proses pembelajaran. Dampak positif yang kami rasakan dari PembaTIK Bersatu ini rasanya harus kami bagikan kepada rekan guru yang lain. Kegiatan Diseminasi kami lakukan secara Luring dan Daring. Kegiatan Luring pertama kami lakukan di sekolah kami Sendiri SMPN Satap Mataiyang. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Diseminasi rekan guru yang sedang mengikuti Pendidikan Guru Penggerak yang sekaligus berkolaborasi dengan rekan guru peserta Pembatik Level 4 Bapak Uki Waluyo, S.Pd. Kegiatan dihadiri oleh guru dari SMPN Satap Mataiyang dan SDN Mataiyang.

Video Diseminasi Peraktik Baik di SD dan SMPN Satap Mataiyang

Diseminasi berikutnya saya lakukan bekerja sama dengan rekan peserta PembaTIK Level 4 dari sekolah saya Bapak Uki Waluyo di SMPN 1 Jereweh. Pada Kegiatan ini Diseminasi dihadiri oleh guru-guru dari SMPN 1 Jereweh. Selain berbagi praktik baik PembaTIK Bersatu kami juga berbagi cara membuat media pembelajaran interaktif menggunakan Canva dan Articulate Storyline.

Diseminasi PembaTIK Bersatu di SMPN 1 Jereweh

Diseminasi berikutnya adalah dilakukan di MGMP IPA Kab. Sumbawa Barat. Pada kegiatan ini kami berkolaborasi dengan Bapak Yusro, S.Pd. yang merupakan rekan peserta PembaTIK Level 4 dari Kabupaten Sumbawa Barat sesama guru IPA. Kegiatan ini kami laksanakan di SMPN 1 Brang Ene Kab. Sumbawa Barat pada tanggal 19 Oktober 2023. Diseminasi ini dilakukan kepada guru-guru IPA di Kab. Sumbawa Barat yang pada hari tersebut hadir dari 15 sekolah.

Diseminasi Pembatik Bersatu di MGMP IPA Kab. Sumbawa Barat

Diseminasi luring berikutnya kami lakukan bersama Kelompok Kerja Guru (KKG) Kelas VI Gugus IV Kec. Taliwang yang berlokasi di SDN Labu Lalar. Kegiatan ini dihadiri oleh 10 orang guru dari 10 sekolah pada tanggal 21 Oktober 2023.

Diseminasi PembaTIK Bersatu di KKG Kelas VI Gugus IV Kec. Taliwang

Selain diseminasi secara luring kami juga melaksanakan diseminasi secara daring berkolaborasi dengan Komunitas Sahabat Teknologi NTB di Platform Merdeka Mengajar. Kami berbagi praktik baik bersama 3 guru peserta pembatik level 4 dari Kabupaten Sumbawa Barat.

Flyer Berbagi Praktik Baik Sahabat Teknologi NTB

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2023 pukul 16:30 sampai dengan 18.00 WITA tersebut mendapat antusias dari banyak peserta baik dari NTB dan luar NTB. Tercatat ada peserta dari Provinsi Aceh dan Jawa Barat.

Video Webinar Berbagi Praktik Baik Bersama Komunitas Sahabat Teknologi NTB

Diseminasi daring terakhir akan dilaksanakan pada tanggal 1- 3 November bekerja sama dengan Guru Inspiratif Indonesia. Sampai tulisan ini dimuat, telah tercatat 3.000an lebih peserta yang telah mendaftar untuk mengikuti webinar berbagi praktik baik ini. Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan berikut http:bit.ly/WEBNASGII

Flyer Webinar Nasional Kolaborasi dengan Guru Cendikia

Semua ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi antara guru, orang tua, siswa, dan teknologi melalui PMM dapat mengubah pembelajaran menjadi petualangan yang mendidik dan mengasyikkan. Terima kasih sudah membaca blog kami, dan jangan lupa untuk terus mengikuti perkembangan di dunai pendidikan. Sampai jumpa di pengalaman seru berikutnya!

#PusdatinKemendikbudristek #BLPTKemendikbudristek #MerdekaBelajar #PembaTIK2023 #SahabatTeknologiKemendikbudristek #PlatformMerdekaMengajar


Posting Komentar

2 Komentar

Indri Dhani mengatakan…
Penasaran banget Pak dengan model ini, apa ini setiap pertemuan ada ortu hadir atau di materi tertentu ? Bagaimana kendala jam kerja ortu, kemarin pas webinar mau tanya tapi sinyal tak bersahabat.
Pak Pahmi mengatakan…
Tentunya tidak setiap pertemuan orang tua hadir, kita pilihkan materi tertentu yang orang tua juga memang bisa ikut belajar. Seperti pada materi yang kemarin saya praktikkan yakni Materi tentang Zat Tambahan Makanan.
Pembelajaran ini memang akan kurang efektif jika orang tua banyak kesibukan, kebetulan di tempat kami orang tua mayoritas petani dan musim panas seperti sekarang orang tua siswa relatif tidak terlalu sibuk jadi banyak waktu luang untuk hadir di sekolah,